JAKARTA – Gagasan bahwa satu hari di Bumi bisa berlangsung lebih dari 24 jam kerap terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun, para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan ini memang sedang terjadi, meski berlangsung sangat lambat dan tidak akan dirasakan manusia dalam waktu dekat. Rotasi Bumi secara bertahap melambat, sehingga panjang hari perlahan bertambah.
Belakangan, topik ini kembali ramai diperbincangkan di internet. Sejumlah unggahan viral seolah menggambarkan bahwa hari 25 jam akan segera terjadi, padahal kenyataannya perubahan tersebut membutuhkan waktu ratusan juta tahun. Artinya, tidak ada dampak langsung terhadap jam, kalender, maupun kehidupan sehari-hari manusia saat ini.
Melansir NDTV, secara ilmiah hari di Bumi memang akan semakin panjang. Para peneliti memperkirakan, satu hari berdurasi 25 jam baru akan terjadi sekitar 200 juta tahun mendatang. Perlambatan ini dipicu oleh berbagai faktor alam, dengan laju sekitar 1,7 milidetik per abad.
Meski secara umum rotasi Bumi melambat, terdapat fluktuasi jangka pendek yang dipengaruhi kondisi atmosfer, pencairan es, hingga dinamika di dalam planet itu sendiri. Perubahan-perubahan kecil ini dapat mempercepat atau memperlambat putaran Bumi dalam skala waktu tertentu, tetapi tidak mengubah tren jangka panjangnya.
Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap melambatnya rotasi Bumi, antara lain: